KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Fakultas Vokasi menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Vocational Excellence in Industry 4.0: Preparing Skilled Workforce for Future Challenges” pada Senin, 7 April 2026. Acara yang berlangsung di Gedung Auditorium Utama Kampus Vokasi Kendari tersebut menghadirkan pembicara internasional dari Singapura, Malaysia, dan praktisi industri lokal untuk membahas strategi pengembangan keterampilan vokasi di era digital.
Seminar selama satu hari penuh ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan mempersiapkan lulusan yang kompetitif secara global. Acara dimulai pukul 08.00 WITA dengan pembukaan resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, diikuti serangkaian sesi plenari, workshop interaktif, dan forum diskusi dengan ribuan peserta yang berasal dari institusi pendidikan vokasi, industri, dan pemerintah.
“Seminar ini dirancang untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan industri modern,” ujar Dekan Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Muhammad Badri, M.Eng., saat dihubungi pada Minggu (6 April 2026). Beliau menambahkan bahwa kehadiran pembicara internasional akan memberikan perspektif berharga tentang praktik terbaik pendidikan vokasi di Asia Tenggara.
Latar Belakang dan Pentingnya Acara
Perkembangan teknologi industri 4.0 telah mengubah lanskap pasar kerja secara fundamental. Kebutuhan akan tenaga kerja terampil yang memahami otomasi, artificial intelligence, dan digital skills meningkat drastis di seluruh sektor industri. Hal ini mendorong institusi pendidikan vokasi, termasuk Universitas Muhammadiyah Kendari, untuk melakukan transformasi kurikulum dan metode pembelajaran.
Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Kendari, yang telah berdiri sejak 2018, saat ini menaungi lima program studi dengan fokus pada keahlian teknis dan praktis. Program-program tersebut mencakup Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Otomasi Industri, Manajemen Bisnis Digital, dan Hospitality Management. Dengan lebih dari 2.500 mahasiswa aktif dan ratusan lulusan setiap tahunnya, Fakultas Vokasi memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi tenaga kerja profesional.
“Kami menyadari bahwa kurikulum tradisional tidak lagi cukup untuk mempersiapkan lulusan kami menghadapi tantangan industri modern. Oleh karena itu, kami terus berinovasi dan berkolaborasi dengan mitra industri serta institusi pendidikan regional untuk memastikan relevansi program pembelajaran kami,” jelas Badri lebih lanjut.
Pembicara Internasional dan Topik Utama
Salah satu pembicara utama dalam seminar ini adalah Prof. Dr. Lim Teck Huat dari Institute of Technical Education (ITE) Singapura, yang telah lebih dari 25 tahun berkecimpung dalam pengembangan kurikulum vokasi. Dalam sesi plenarinya bertajuk “Strategic Workforce Development: The Singapore Model,” Prof. Lim akan membagikan pengalaman ITE dalam menghasilkan lulusan yang siap industri dengan tingkat employment rate mencapai 90 persen.
“Singapura telah membuktikan bahwa pendidikan vokasi bukan hanya alternatif dari pendidikan akademik, tetapi merupakan jalur utama yang dignified dan strategis untuk pengembangan sumber daya manusia. Kami ingin berbagi bagaimana model pembelajaran berbasis kompetensi dan partnership dengan industri dapat diterapkan di konteks Asia Tenggara lainnya,” papar Prof. Lim dalam konfirmasi kehadirannya kepada panitia penyelenggara.
Pembicara kedua adalah Dr. Siti Zainab binti Mohamed dari Universiti Teknologi MARA (UiTAM) Malaysia, yang fokus pada integrasi keterampilan digital dan entrepreneurship dalam kurikulum vokasi. Dalam sesi “Digital Skills and Entrepreneurial Mindset for Vocational Graduates,” Dr. Siti akan mengulas bagaimana institusinya berhasil mendorong mahasiswa vokasi untuk menjadi job creator, bukan hanya job seeker.
Selain itu, hadir pula pembicara dari industri lokal dan nasional, termasuk Direktur Operasional PT. Pertamina Upstream Sulawesi, Ir. Bambang Wirya Kusuma, dan Direktur Operasional PT. Citra Automation Indonesia, Eng. Ricky Chandra. Keduanya akan menyampaikan perspektif industri tentang kompetensi dan keterampilan yang paling dibutuhkan dari fresh graduate tahun 2026 hingga 2030.
Rangkaian Acara dan Aktivitas
Seminar dimulai dengan upacara pembukaan pukul 08.00 WITA yang dihadiri Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Aslan Mukhtar, M.Sc., pejabat Dinas Pendidikan Sulawesi Tenggara, dan para pemimpin institusi pendidikan vokasi se-Sulawesi Tenggara. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sesi plenari pertama yang membahas “Global Trends and Local Responses in Vocational Education.”
Pukul 10.30 WITA, peserta akan mengikuti workshop tematik yang dibagi menjadi empat track. Track pertama membahas “Curriculum Development and Competency-Based Learning,” Track kedua “Industry-Academia Collaboration Models,” Track ketiga “Digital Tools and Blended Learning in Vocational Education,” dan Track keempat “Student Internship and Placement Strategies.” Setiap track dipandu oleh para ahli dan praktisi berpengalaman yang akan memberikan insights mendalam tentang isu-isu spesifik.
Pada siang hari, panitia menyediakan lunch gathering yang dirancang untuk mendorong networking antar peserta dari berbagai institusi dan industri. “Kami percaya bahwa kolaborasi informal selama acara ini akan menghasilkan ide-ide inovatif dan partnership yang saling menguntungkan,” tutur Dr. Muhammad Badri.
Sesi sore dimulai pukul 13.30 WITA dengan panel discussion bertajuk “Voices from Industry: What Does Modern Workplace Expect from Vocational Graduates?” Panel ini menghadirkan empat pembicara dari berbagai sektor industri yang akan berdiskusi interaktif dengan peserta. Pertemuan panel akan dipandu oleh jurnalis ekonomi senior, Bapak Hendra Kusumah, dan dijadwalkan berlangsung hingga pukul 15.00 WITA.
Acara ditutup dengan sesi “Closing Remarks and Future Collaborations” pukul 15.15 WITA yang akan mengumumkan rencana kerjasama strategis antara Universitas Muhammadiyah Kendari dengan institusi dan industri partner. Peserta akan menerima sertifikat kehadiran dan goodie bag berisi materi pembelajaran digital.
Peserta dan Registrasi
Seminar ini terbuka untuk dosen vokasi, staf akademik, mahasiswa tingkat akhir, praktisi industri, pejabat pemerintah, dan semua pihak yang tertarik dengan isu-isu pendidikan vokasi. Berdasarkan data registrasi per tanggal 5 April 2026, panitia telah mencatat lebih dari 1.200 peserta yang terdiri dari 450 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, 280 peserta dari institusi vokasi lain di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan, 180 peserta dari industri, 150 peserta dari pemerintah dan LSM, serta 140 peserta internasional dari Singapura, Malaysia, Brunei, dan Thailand.
“Antusiasme peserta melebihi ekspektasi kami. Kami awalnya menargetkan 800 peserta, namun permintaan terus bertambah hingga akhir pendaftaran kemarin. Hal ini menunjukkan tingginya kesadaran stakeholder tentang pentingnya topik seminar ini,” ungkap Ketua Panitia Seminar, Dr. Rini Suryanti, M.Pd., Koordinator Pengembangan Kurikulum Fakultas Vokasi.
Dampak yang Diharapkan
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Aslan Mukhtar, M.Sc., mengharapkan seminar ini akan menghasilkan beberapa outcome konkret. “Pertama, seminar ini akan memperkuat positioning Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi vokasi terdepan di Sulawesi Tenggara. Kedua, kami akan mendapatkan insight dan best practices yang dapat langsung diimplementasikan dalam pengembangan program studi kami. Ketiga, seminar akan membuka peluang kolaborasi dengan institusi dan industri partner yang akan bermanfaat bagi mahasiswa dan alumni kami dalam jangka panjang,” jelas Prof. Aslan Mukhtar dalam pertemuan koordinasi panitia minggu lalu.
Lebih spesifik lagi, Dekan Badri menyebutkan bahwa Fakultas Vokasi berencana untuk menerbilkan makalah-makalah terbaik yang dipresentasikan dalam seminar ke dalam jurnal akademik. “Kami juga akan mengompilasi diskusi dan rekomendasi dari seminar ini menjadi sebuah white paper yang akan kami disseminasikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Industri, sebagai bahan masukan untuk pengembangan kebijakan pendidikan vokasi nasional,” tambah Badri.
Kemitraan dan Dukungan
Penyelenggaraan seminar internasional ini didukung oleh berbagai mitra strategis. Dukungan finansial dan logistik diberikan oleh Universitas Muhammadiyah Kendari, sedangkan dukungan teknis dan konten diperoleh dari asosiasi pendidikan vokasi regional seperti Association of Southeast Asian Nations Vocational Education and Training (ASEAN-VET), serta dari beberapa perusahaan industri terkemuka.
“Kami sangat bangga bisa mendukung inisiatif Universitas Muhammadiyah Kendari ini. Kerjasama antara dunia pendidikan dan industri adalah kunci untuk menciptakan tenaga kerja yang truly ready for the job. Perusahaan kami memiliki kebutuhan besar akan tenaga kerja terampil, dan kami optimis bahwa seminar ini akan menciptakan bridge yang lebih baik antara akademi dan industri,” ujar Ir. Bambang Wirya Kusuma, Direktur Operasional PT. Pertamina Upstream Sulawesi.
Penutup
Seminar Internasional “Vocational Excellence in Industry 4.0” di Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7 April 2026 merupakan momentum penting bagi pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya di kawasan Sulawesi Tenggara. Acara ini mencerminkan komitmen institusi dalam meningkatkan relevansi kurikulum, memperkuat kerjasama dengan industri, dan mempersiapkan generasi mahasiswa yang kompetitif secara global.
Dengan menghadirkan pembicara internasional terkemuka, praktisi industri, dan peserta dari berbagai latar belakang, seminar ini diharapkan akan menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, best practices, dan inovasi dalam pendidikan vokasi. Hasilnya diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi Universitas Muhammadiyah Kendari, tetapi juga bagi ekosistem pendidikan vokasi di seluruh nusantara.
Sebagai institusi pendidikan vokasi yang terus berkembang, Universitas Muhammadiyah Kendari membuktikan bahwa komitmen terhadap excellence, innovation, dan stakeholder engagement adalah kunci untuk menjadi institusi pendidikan yang relevan dan berkelanjutan di era digital.
(Artikel ditulis berdasarkan informasi dari pihak Universitas Muhammadiyah Kendari per 6 April 2026)