KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Kendari secara resmi meluncurkan program strategis berjudul “Vokasi Berdaya” pada hari Sabtu, 19 April 2026. Program komprehensif ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi praktis mahasiswa vokasi sekaligus memperkuat kemitraan dengan industri relevan di Sulawesi Tenggara.
Peluncuran program dilaksanakan di Aula Pertemuan Fakultas Vokasi, Kampus Unismuh Kendari, Jalan Sultan Hasanuddin, dengan dihadiri oleh lebih dari 300 mahasiswa dari berbagai program studi. Acara ini juga menghadirkan para pemangku kepentingan pendidikan vokasi, termasuk perwakilan dari industri lokal, dosen, dan pejabat akademik universitas.
### Latar Belakang dan Urgensi Program
Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai institusi pendidikan yang fokus pada pelatihan keterampilan praktis, telah mengidentifikasi kebutuhan akan bridging yang lebih kuat antara pembelajaran akademik dan kebutuhan industri. Dengan menawarkan program-program diploma dan sarjana terapan, fakultas ini memiliki misi untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dan kompetitif di pasar tenaga kerja global.
Akan tetapi, berdasarkan evaluasi internal yang dilakukan selama semester ganjil 2025-2026, diketahui bahwa masih terdapat gap antara ekspektasi industri dan keterampilan yang dimiliki mahasiswa lulusan. Gap ini mencakup aspek hard skills yang spesifik industri, soft skills seperti komunikasi dan kepemimpinan, serta pemahaman tentang tren teknologi terkini.
“Kami melihat bahwa mahasiswa kami memiliki potensi luar biasa, namun membutuhkan platform yang lebih terstruktur untuk mengembangkan kompetensi mereka secara maksimal. Program Vokasi Berdaya hadir sebagai solusi holistik dari perspektif organisasi mahasiswa,” ujar Muhammad Rizki Pratama, Ketua BEM Fakultas Vokasi Unismuh Kendari, dalam sambutannya pada acara peluncuran.
### Komponen dan Kerangka Program
Program “Vokasi Berdaya” dirancang dengan lima pilar utama yang saling terintegrasi. Pertama adalah komponen Skill Development Workshop, yang akan menyelenggarakan serangkaian workshop bulanan dengan pembicara dari industri terkemuka. Workshop ini akan mencakup topik-topik seperti digital marketing, IoT dan automasi industri, business analytics, dan sustainable entrepreneurship.
Kedua adalah Industry Mentoring Network, di mana mahasiswa akan dipasangkan dengan profesional berpengalaman dari berbagai perusahaan di Kendari dan sekitarnya. Melalui mentoring yang berkelanjutan selama satu tahun akademik, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh insight langsung tentang dinamika kerja dan pengembangan karir di industri.
Ketiga adalah Internship Link Program, yang memperkuat sistem penempatan magang mahasiswa vokasi ke perusahaan-perusahaan mitra. BEM akan memfasilitasi kesepakatan kerjasama dengan minimal 50 perusahaan pada tahun pertama, dengan target perluasan hingga 100 perusahaan pada tahun berikutnya.
Keempat adalah komponen Entrepreneurship Incubation, di mana mahasiswa dengan ide bisnis inovatif dapat mendapatkan pendampingan, akses ke sumber daya, dan networking untuk mengembangkan startup mereka. Program ini diharapkan dapat mendukung ekonomi digital dan menciptakan lapangan kerja baru bagi generasi muda Kendari.
Kelima adalah Alumni Network Strengthening, yang bertujuan untuk membangun komunitas alumni yang kuat dan suportif. Alumni yang telah sukses di industri akan dijadikan brand ambassador sekaligus mentor bagi mahasiswa aktif.
### Respons Pimpinan Akademik
Dekan Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Agus Setiawan, M.Eng., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif BEM ini. Dalam wawancara eksklusif, beliau menekankan pentingnya peran organisasi mahasiswa dalam melengkapi fungsi akademik formal.
“Organisasi mahasiswa seperti BEM memiliki fleksibilitas dan kreativitas yang kadang-kadang lebih terbatas dalam struktur formal universitas. Program Vokasi Berdaya menunjukkan bahwa BEM memahami visi kami untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga terampil dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang dinamis,” kata Dr. Agus Setiawan.
Beliau juga menambahkan bahwa pihak rektorat akan memberikan dukungan penuh, baik dari segi fasilitas maupun koordinasi dengan stakeholder eksternal. “Kami akan memfasilitasi Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan-perusahaan yang menjadi target kerjasama BEM. Universitas juga siap mengalokasikan anggaran untuk mendukung implementasi program ini,” jelasnya lebih lanjut.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Bambang Sutrisno, M.Sc., dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Rina Wijayanto, M.Si., juga menyatakan komitmen institusi terhadap pengembangan mahasiswa melalui berbagai inisiatif inovatif.
“Universitas Muhammadiyah Kendari percaya bahwa pendidikan vokasi adalah kunci untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi lokal dan regional. Program Vokasi Berdaya adalah bukti nyata dari sinergi antara mahasiswa, akademisi, dan industri untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan relevan,” ungkap Rektor melalui wakilnya.
### Detail Pelaksanaan dan Jadwal
Implementasi program akan dilakukan secara bertahap mulai bulan Mei 2026 hingga Desember 2027. Fase pertama (Mei-Agustus 2026) akan fokus pada pembentukan tim pengelola program, survey kebutuhan mahasiswa dan industri, serta formalisasi kerjasama dengan perusahaan-perusahaan mitra.
Fase kedua (September 2026-Januari 2027) adalah peluncuran semua komponen program secara bersamaan. Pada fase ini, workshop pertama dijadwalkan pada bulan September 2026 dengan tema “Digital Transformation in Modern Industry”. Pembicara utama adalah Direktur Operasional dari PT. Sinergi Teknologi Kendari, seorang figure terkemuka dalam adopsi teknologi di industri lokal.
Fase ketiga (Februari-Desember 2027) akan menjadi masa konsolidasi, evaluasi berkelanjutan, dan penyempurnaan program berdasarkan feedback dari mahasiswa dan mitra industri.
Ketua Panitia Pelaksana Program, Siti Nurhaliza, Wakil Ketua II BEM Fakultas Vokasi, menjelaskan mekanisme pendaftaran dan seleksi peserta program. “Untuk komponen Skill Development Workshop, semua mahasiswa Fakultas Vokasi bisa mengikuti dengan gratis. Peserta hanya perlu mendaftarkan diri melalui aplikasi khusus yang telah kami siapkan. Sedangkan untuk komponen Mentoring Network dan Internship Link, kami akan melakukan seleksi berdasarkan IPK minimal 2.75 dan motivasi kandidat,” ujarnya.
### Dampak yang Diharapkan
Program Vokasi Berdaya diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan bagi ekosistem pendidikan vokasi di Universitas Muhammadiyah Kendari. Secara kuantitatif, target program adalah:
1. Minimal 250 mahasiswa mengikuti workshop skill development pada tahun pertama
2. Minimal 100 mahasiswa mendapatkan mentoring dari profesional industri
3. Minimal 80 mahasiswa melakukan magang melalui internship link program
4. Minimal 15 startup mahasiswa mendapatkan pendampingan dari incubation program
5. Peningkatan tingkat kelulusan tepat waktu hingga 95%
6. Peningkatan rata-rata waktu tunggu lulusan mendapatkan pekerjaan menjadi kurang dari 3 bulan
Secara kualitatif, program ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan industri terhadap lulusan Unismuh Kendari, memperkuat brand image universitas sebagai institusi pendidikan vokasi terdepan di kawasan Sulawesi Tenggara, dan menciptakan kultur pembelajaran berkelanjutan di kalangan mahasiswa.
Ketua Departemen Kemahasiswaan, Andi Pratama, S.Psi., M.A., menambahkan bahwa program ini juga sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah tentang pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan. “Dengan menghasilkan lulusan yang kompeten dan mandiri, kami turut berkontribusi dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kendari dan Indonesia pada umumnya,” katanya.
### Testimoni dan Respons Mahasiswa
Respons mahasiswa terhadap peluncuran program ini sangat positif. Hamzah Ridho, mahasiswa semester V Program Studi Teknik Elektro Industri, menyatakan antusiasmenya. “Saya sangat menanti-nanti workshop dan mentoring yang dijanjikan. Sebagai mahasiswa vokasi, kami memang butuh exposure langsung ke industri, bukan hanya teori di kelas. Program ini adalah kesempatan emas untuk mengenal para profesional dan mungkin membuka pintu karir kami,” ungkapnya.
Sementara itu, Yani Wijaya, mahasiswa semester III Program Studi Administrasi Bisnis, tertarik dengan komponen entrepreneurship incubation. “Saya punya ide untuk memulai bisnis di bidang digital marketing untuk UKM lokal. Dengan program ini, saya bisa mendapatkan mentoring dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mewujudkan impian saya,” paparnya penuh harapan.
### Dukungan dari Mitra Industri
Beberapa perusahaan lokal juga telah mengekspresikan dukungan mereka terhadap program ini. Manajer Sumber Daya Manusia dari PT. Solusi Industri Kendari, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa perusahaannya siap terlibat dalam berbagai komponen program.
“Kami melihat Program Vokasi Berdaya sebagai inisiatif yang baik untuk mengembangkan talenta muda Kendari. Perusahaan kami bersedia menyediakan mentor, membuka kesempatan magang, dan bahkan mungkin memberikan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi. Dengan begini, kami juga bisa mendapatkan calon karyawan yang sudah familiar dengan kultur kerja kami,” jelas Budi Santoso.
### Tantangan dan Strategi Mitigasi
Meskipun program ini disambut antusias, BEM juga telah mengidentifikasi beberapa tantangan potensial. Ketua BEM, Muhammad Rizki Pratama, menerangkan bahwa salah satu tantangan terbesar adalah koordinasi dengan banyak stakeholder yang memiliki kepentingan berbeda.
“Kami akan mengatasi ini dengan membentuk steering committee yang melibatkan perwakilan dari mahasiswa, dosen, industri, dan pihak rektorat. Committee ini akan bertemu secara berkala untuk memastikan alignment dan mengatasi hambatan yang muncul,” katanya.
Tantangan lain adalah keberlanjutan finansial program. Untuk ini, BEM telah merancang strategi pendanaan yang beragam, termasuk alokasi dari dana BEM, dukungan universitas, kontribusi dari perusahaan mitra, dan potensi grant dari organisasi eksternal yang peduli dengan pengembangan pendidikan vokasi.
### Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Program “Vokasi Berdaya” yang diluncurkan oleh BEM Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Kendari pada 19 April 2026 ini merupakan langkah strategis dan progresif dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Dengan melibatkan berbagai pilar mulai dari skill development, mentoring, internship, entrepreneurship incubation, hingga alumni network strengthening, program ini menawarkan pendekatan holistik yang komprehensif.
Dukungan yang diberikan oleh pimpinan akademik, respons positif dari mahasiswa, dan komitmen dari mitra industri menunjukkan bahwa program ini memiliki fondasi yang kuat untuk kesuksesan. Ke depannya, diharapkan program ini dapat menjadi model yang dapat diadopsi oleh fakultas vokasi lain di Indonesia.
Dengan semangat inovasi dan dedikasi untuk memberdayakan mahasiswa, BEM Fakultas Vokasi Unismuh Kendari telah membuktikan bahwa organisasi mahasiswa bukan hanya wadah ekskul, tetapi juga aktor penting dalam transformasi pendidikan menuju relevansi dengan kebutuhan industri dan masyarakat yang terus berkembang.
[END OF ARTICLE]