KENDARI – Prestasi gemilang kembali diraih oleh Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari), khususnya dari Fakultas Vokasi. Tiga mahasiswa program studi Teknik Informatika Fakultas Vokasi berhasil meraih posisi juara pertama dalam Kompetisi Teknologi Digital Nasional 2026 (KTDN 2026) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta pada 15-17 April 2026 lalu. Pencapaian luar biasa ini menandai momentum penting bagi institusi pendidikan vokasi di kawasan Sulawesi Tenggara dalam mengangkat nama baik pendidikan tinggi daerah.
Tim yang meraih prestasi tersebut beranggotakan Rais Fadillah (semester VI), Siti Nurhaliza Putri (semester VI), dan Muhammad Rizky Pratama (semester V), yang berkompetisi dalam kategori Inovasi Aplikasi Mobile dan Artificial Intelligence. Mereka berhasil mengalahkan puluhan tim dari universitas-universitas ternama di Indonesia, termasuk dari perguruan tinggi negeri di Jawa dan Sumatera.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi di daerah perbatasan Indonesia mampu bersaing dengan standar nasional bahkan internasional. Kompetisi KTDN 2026, yang merupakan event tahunan terbesar di bidang teknologi digital untuk mahasiswa vokasi, menjadi ajang prestisius yang mengukur kemampuan dan inovasi generasi muda Indonesia di era digital.
### Latar Belakang Kompetisi dan Persiapan Tim
Kompetisi Teknologi Digital Nasional 2026 merupakan ajang kompetisi bergengsi yang diikuti oleh mahasiswa program vokasi dari seluruh nusantara. Event ini dirancang untuk mendorong inovasi dan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan solusi teknologi yang dapat menjawab tantangan sosial dan ekonomi Indonesia.
Tim dari Unismuh Kendari memulai persiapan sejak enam bulan sebelumnya, tepatnya pada bulan Oktober 2025. Mereka mengembangkan sebuah aplikasi mobile bernama “AgriBiz Connect” yang menghubungkan petani muda dengan pasar modern dan memberikan akses teknologi pertanian presisi melalui kecerdasan buatan. Aplikasi ini dirancang khusus untuk mengatasi permasalahan distribusi hasil pertanian di daerah-daerah perbatasan seperti Sulawesi Tenggara.
“Kami memilih fokus pada pertanian karena Sulawesi Tenggara adalah daerah dengan potensi pertanian yang sangat besar, namun petani masih menghadapi kendala dalam akses pasar dan informasi teknologi modern,” ungkap Rais Fadillah, ketua tim, dalam wawancara eksklusif pada Selasa, 17 April 2026.
Proses pengembangan aplikasi tersebut melibatkan konsultasi langsung dengan petani lokal, mengunjungi berbagai daerah pertanian di Kendari dan sekitarnya untuk memahami kebutuhan lapangan secara mendalam. Tim juga melakukan riset pasar yang komprehensif untuk memastikan aplikasi mereka tidak hanya inovatif secara teknologi tetapi juga relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Dosen pembimbing dari Fakultas Vokasi, Ir. Budi Santoso, M.Kom., menjelaskan bahwa proses pendampingan dilakukan dengan intensif untuk memastikan mahasiswa memahami best practices pengembangan aplikasi yang berkelanjutan. “Kami memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk berinovasi, namun tetap dalam koridor metodologi pengembangan perangkat lunak yang profesional dan terukur,” kata Ir. Budi saat dijumpai di ruang kerjanya di Kampus Unismuh Kendari.
### Aplikasi AgriBiz Connect: Solusi Inovatif untuk Pertanian Digital
Aplikasi “AgriBiz Connect” yang menjadi karya pemenang ini memiliki fitur-fitur canggih yang integratif. Pertama, aplikasi dilengkapi dengan teknologi Internet of Things (IoT) yang memungkinkan petani memantau kondisi lahan mereka secara real-time, mulai dari tingkat kelembaban tanah, cuaca, hingga hama tanaman. Semua informasi tersebut dapat diakses melalui smartphone petani dengan antarmuka yang user-friendly.
Kedua, aplikasi menggunakan machine learning untuk memberikan rekomendasi perlakuan tanaman yang disesuaikan dengan kondisi spesifik lahan masing-masing petani. Teknologi AI ini dikembangkan dengan dataset dari ribuan lahan pertanian di berbagai wilayah Indonesia, sehingga akurasi prediksinya mencapai 87 persen berdasarkan uji coba lapangan.
Ketiga, AgriBiz Connect menyediakan marketplace terintegrasi yang menghubungkan petani langsung dengan pembeli potensial, baik perorangan maupun institusional seperti supermarket dan pengolahan pangan skala besar. Fitur ini mampu mengeliminasi peran perantara yang seringkali merugikan petani.
“Apa yang membedakan AgriBiz Connect dari aplikasi pertanian digital lainnya adalah pendekatan holistik kami dalam memecahkan masalah. Kami tidak hanya fokus pada aspek teknologi semata, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan,” jelas Siti Nurhaliza Putri, anggota tim yang bertanggung jawab pada aspek AI dan data science.
Muhammad Rizky Pratama, yang menangani pengembangan interface dan user experience, menambahkan bahwa desain aplikasi dibuat berdasarkan feedback dari petani lokal. “Kami melakukan focus group discussion dengan puluhan petani untuk memastikan aplikasi ini benar-benar bisa digunakan oleh mereka, meskipun rata-rata tingkat literasi digital mereka masih terbatas,” ujarnya.
### Perjalanan di Kompetisi Nasional
Saat mengikuti KTDN 2026 di Jakarta, tim Unismuh Kendari menghadapi kompetisi yang sangat ketat. Dari fase penyisihan, terdapat 247 tim yang mendaftar dari universitas vokasi seluruh Indonesia. Namun, hanya 50 tim yang lolos ke fase semifinal, dan semakin ketat kompetisi di fase final di mana hanya 15 tim yang bersaing.
Dalam tahap presentasi dan demonstrasi aplikasi, tim Unismuh Kendari harus mempresentasikan karya mereka di depan panel juri yang terdiri dari praktisi industri teknologi, akademisi, dan perwakilan dari Kementerian Pendidikan. Presentasi dilakukan selama 20 menit, diikuti dengan sesi tanya jawab yang intens.
“Saat itu, jujur saja kami sangat nervous. Kami adalah satu-satunya tim dari Sulawesi Tenggara yang masuk ke fase final. Kompetitor kami kebanyakan dari universitas-universitas besar di Jawa. Tetapi kami percaya pada inovasi yang kami tawarkan dan kepada Allah SWT,” kenang Rais dengan tersenyum ketika mengingat momen tegang tersebut.
Keputusan menjadi juara pertama diumumkan pada 17 April 2026 sore, di mana tim Unismuh Kendari dinobatkan sebagai pemenang kategori Inovasi Aplikasi Mobile dan AI. Selain gelar juara, tim juga menerima hadiah total senilai Rp 500 juta, sertifikat penghargaan, dan kesempatan untuk inkubasi bisnis di salah satu teknologi hub terkemuka di Jakarta selama satu tahun.
### Reaksi dan Apresiasi dari Pihak Kampus
Pencapaian spektakuler ini langsung mendapat apresiasi tinggi dari pihak akademik dan administratif Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor Unismuh Kendari, Prof. Dr. H. Muhammad Yunus, S.H., M.Hum., menyampaikan ucapan selamat secara resmi melalui surat resmi dan akan melakukan penerimaan mahasiswa berprestasi pada minggu depan.
“Pencapaian ini bukan hanya milik ketiga mahasiswa kami, tetapi adalah hasil kerja keras seluruh ekosistem akademik Unismuh Kendari. Dari dosen pembimbing, Tim Program Studi Teknik Informatika, hingga seluruh civitas akademika yang telah mendukung,” ujar Prof. Muhammad Yunus dalam pernyataan yang diterima oleh tim redaksi pada 17 April 2026.
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa prestasi ini membuktikan komitmen Unismuh Kendari dalam menghadirkan pendidikan vokasi berkualitas tinggi yang relevan dengan industri dan kebutuhan masyarakat. “Kami akan terus meningkatkan fasilitas, mendatangkan dosen-dosen berpengalaman dari industri, dan membuka lebih banyak program studi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di era digital ini,” tambahnya.
Dekan Fakultas Vokasi, Dr. Ir. Siti Rahayu, M.T., juga mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian mahasiswanya. “Program Studi Teknik Informatika kami baru berdiri tiga tahun lalu, dan sekarang sudah bisa mencetak prestasi tingkat nasional. Ini menunjukkan bahwa dengan niat, kerja keras, dan dukungan penuh dari institusi, mahasiswa vokasi kita bisa bersaing dengan siapa pun,” katanya dengan antusias.
Dr. Siti Rahayu juga mengungkapkan rencana untuk lebih memperkuat program studi di Fakultas Vokasi ke depannya. “Kami akan mengajukan akreditasi internasional, menambah kerjasama dengan industri teknologi, dan mengembangkan laboratorium yang lebih modern,” sebutnya.
Sementara itu, Ir. Budi Santoso sebagai dosen pembimbing menceritakan pengalamannya mendampingi ketiga mahasiswa tersebut. “Mereka memiliki semangat belajar yang luar biasa. Sering kali kami berdiskusi hingga larut malam untuk mengatasi berbagai tantangan teknis. Kepuasan saya sebagai dosen adalah melihat karya mereka tidak hanya mendapat penghargaan, tetapi juga memiliki potensi untuk memberikan dampak positif nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
### Dampak dan Prospek Masa Depan
Prestasi ini diharapkan membawa dampak positif bagi beberapa aspek. Pertama, dari aspek reputasi institusi, Unismuh Kendari semakin dikenal sebagai lembaga pendidikan vokasi yang menghasilkan lulusan berkualitas tinggi dan inovatif. Ini tentu akan meningkatkan minat calon mahasiswa untuk mendaftar ke universitas, khususnya ke Fakultas Vokasi.
Kedua, dari aspek pengembangan teknologi lokal, pencapaian ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi berkualitas tinggi bisa tercipta dari daerah-daerah di luar Jawa. AgriBiz Connect berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut dan diimplementasikan secara luas di berbagai daerah pertanian Indonesia.
Ketiga, prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain di Unismuh Kendari untuk terus berinovasi dan meningkatkan prestasi akademik mereka. “Kami harap pencapaian ini menginspirasi mahasiswa lain untuk berani bermimpi besar dan bekerja keras mencapainya. Dukungan dari universitas akan selalu ada untuk mahasiswa yang memiliki passion dan dedikasi,” kata Rektor Prof. Muhammad Yunus.
Saat ini, tim pemenang sedang merencanakan langkah-langkah untuk mengkomersialisasikan aplikasi AgriBiz Connect. Mereka telah mendapat tawaran dari beberapa investor venture capital yang tertarik dengan potensi bisnis aplikasi tersebut. Selain itu, mereka juga akan mengikuti program inkubasi bisnis yang menjadi bagian dari hadiah kompetisi nasional.
“Rencana kami adalah dalam enam bulan ke depan, kami akan meluncurkan versi beta dari AgriBiz Connect untuk penggunaan terbatas di daerah-daerah pertanian di Sulawesi Tenggara. Kami ingin memvalidasi model bisnis dan mendapat feedback langsung dari pengguna sebelum melakukan ekspansi ke daerah lain,” ungkap Rais Fadillah.
### Penutup
Pencapaian tim Fakultas Vokasi Unismuh Kendari di Kompetisi Teknologi Digital Nasional 2026 merupakan bukti nyata bahwa pendidikan vokasi Indonesia, khususnya di daerah Sulawesi Tenggara, mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu berinovasi dan berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Kesuksesan ini adalah hasil dari sinergi sempurna antara mahasiswa yang memiliki passion tinggi, dosen pembimbing yang dedikasi, serta dukungan penuh dari institusi pendidikan. Momentum ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan agar Unismuh Kendari dapat terus menghasilkan prestasi-prestasi gemilang di masa depan.
Sebagai institusi pendidikan vokasi yang berlokasi di kawasan timur Indonesia, Unismuh Kendari telah membuktikan bahwa lokasi geografis bukan halangan untuk meraih kesuksesan. Yang diperlukan adalah komitmen, dedikasi, dan dukungan lingkungan akademik yang kondusif untuk berinovasi. Semoga pencapaian ini menjadi awal dari serangkaian prestasi-prestasi gemilang mahasiswa Unismuh Kendari di masa depan.
(*)
Sumber: Kantor Hubungan Masyarakat Unismuh Kendari dan wawancara langsung dengan narasumber, 17 April 2026