Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Vokasi, menggelar Festival Olahraga dan Seni Budaya yang meriah pada Selasa, 15 April 2026. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini melibatkan ratusan mahasiswa dari berbagai program studi dan mencerminkan komitmen institusi dalam mengembangkan bakat mahasiswa di luar bidang akademik.
Festival yang diselenggarakan di lapangan olahraga utama kampus dan aula serbaguna Fakultas Vokasi ini menawarkan ragam kegiatan mulai dari cabang olahraga tradisional hingga modern, serta pertunjukan seni dan budaya yang memukau. Kehadiran peserta dari seluruh jurusan di lingkungan Fakultas Vokasi menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap ajang apresiasi bakat ini.
Latar Belakang dan Tujuan Penyelenggaraan
Menurut informasi yang dihimpun, penyelenggaraan Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 merupakan inisiatif tahunan Fakultas Vokasi yang bertujuan untuk meningkatkan engagement mahasiswa, mengembangkan kemampuan bersosial, dan membangun kesatuan dalam komunitas akademik. Fakultas Vokasi, yang mencakup berbagai program studi teknis seperti Teknik Mesin, Teknik Elektro, Manajemen Bisnis, dan Pariwisata, memandang penting adanya keseimbangan antara pengembangan hard skills dan soft skills.
Dekan Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Hanafi Nur, M.Eng., ketika ditemui di ruang kerjanya menjelaskan pentingnya penyelenggaraan acara semacam ini. “Festival ini adalah wujud komitmen kami terhadap pengembangan holistik mahasiswa. Kami percaya bahwa mahasiswa vokasi tidak hanya perlu menguasai kompetensi teknis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, kemampuan bekerja sama, dan rasa cinta terhadap budaya lokal,” ujar Prof. Hanafi, Selasa (15/4/2026).
Beliau melanjutkan penjelasannya dengan menekankan bahwa kegiatan semacam ini sejalan dengan misi Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi pendidikan yang berorientasi pada pembentukan sumber daya manusia berkualitas dan berjiwa Muhammadiyah. “Melalui festival ini, mahasiswa belajar untuk mengekspresikan diri mereka, menemukan passion mereka, dan tentu saja, memperkuat ikatan sebagai satu keluarga besar Fakultas Vokasi,” tambahnya.
Ragam Kegiatan dan Partisipasi Mahasiswa
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 menghadirkan berbagai kompetisi dan pertunjukan yang dirancang untuk melibatkan seluruh segmen mahasiswa. Pada aspek olahraga, ada sepuluh cabang yang dilombakan, termasuk futsal, bulu tangkis, bola voli, tenis meja, sepak bola, basket, atletik, catur, dan e-sports.
Menurut Ketua Panitia Festival, Muhammad Ridho, mahasiswa tingkat akhir Program Studi Teknik Mesin, penyelenggaraan festival kali ini melibatkan struktur tim yang matang. “Kami membentuk berbagai divisi mulai dari divisi olahraga, seni budaya, logistik, sponsorship, dan publikasi. Setiap divisi bekerja keras memastikan festival berjalan lancar dan memberikan pengalaman terbaik bagi peserta dan penonton,” jelasnya di lokasi acara.
Ridho menambahkan bahwa panitia bekerja sama dengan Lembaga Mahasiswa (LM) dan berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM) untuk memastikan kesuksesan acara. “Total peserta kami mencapai 400 mahasiswa yang secara aktif terlibat, baik sebagai peserta kompetisi maupun sebagai panitia. Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari komunitas Fakultas Vokasi,” ucapnya dengan bangga.
Pada sisi seni dan budaya, festival menghadirkan penampilan tari tradisional Sulawesi, band musik mahasiswa, fashion show dengan tema sustainability, pertunjukan teater, dan pameran karya seni visual. Program seni budaya ini dirancang tidak hanya untuk menghibur, tetapi juga untuk mempromosikan kekayaan budaya lokal Sulawesi Tenggara, khususnya budaya Kendari.
Pertunjukan pembukaan festival menampilkan tari Cakalele, tari tradisional Maluku yang resonan dengan identitas maritim kawasan timur Indonesia. Selanjutnya, acara disambung dengan pertunjukan dari berbagai UKM seni, termasuk band akustik “Volt Harmony” dari UKM musik Fakultas Vokasi, dan grup tari kontemporer “Fusion Movement” yang menggabungkan unsur tradisional dan modern.
Koordinator Program Seni Budaya, Siti Nurhaliza, mahasiswa Program Studi Pariwisata semester enam, menjelaskan konsep yang diterapkan dalam merancang acara seni tahun ini. “Kami ingin menunjukkan bahwa seni budaya bukanlah hal yang terpisah dari dunia teknis. Bahkan, mahasiswa vokasi kami bisa menciptakan produk atau layanan pariwisata yang menarik dengan memahami dan menghargai warisan budaya lokal. Oleh karena itu, tema festival kami tahun ini adalah ‘Vokasi Menyentuh Budaya: Inovasi Berbasis Warisan’,” paparnya.
Dampak dan Manfaat Bagi Komunitas Akademik
Kehadiran festival ini membawa dampak positif yang signifikan bagi mahasiswa Fakultas Vokasi. Selain menjadi sarana hiburan dan kompetisi, acara ini juga berfungsi sebagai platform pengembangan kepemimpinan dan soft skills. Mahasiswa yang terlibat dalam kepanitiaan mendapatkan pengalaman berharga dalam manajemen proyek, komunikasi tim, problem-solving, dan kepemimpinan.
Salah satu peserta festival, Alif Setiawan, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro semester empat, berbagi pengalamannya mengikuti kompetisi futsal. “Ini adalah kesempatan bagus untuk bersenang-senang sambil tetap menjaga semangat olahraga dan sportivitas. Dalam futsal, saya tidak hanya melatih skill teknis bermain, tetapi juga teamwork yang penting di dunia kerja nanti,” ujarnya antusias.
Sementara itu, Nur Aida, mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis yang berpartisipasi dalam pertunjukan tari modern, mengatakan bahwa festival ini memberikan ruang aman untuk berekspresi. “Saya punya passion di seni sejak dulu, tapi kuliah di jurusan bisnis sempat membuat saya merasa passion itu kurang penting. Festival ini mengajarkan saya bahwa kedua hal itu bisa berjalan bersama. Bahkan, skill seni saya bisa menjadi nilai tambah dalam karir profesional saya ke depannya,” kata Nur Aida dengan mata berbinar.
Dari perspektif institusional, Kepala Urusan Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari, Drs. Achmad Zulfikar, M.Si., menekankan manfaat jangka panjang dari kegiatan semacam ini. “Festival seperti ini tidak hanya menciptakan kenangan indah bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat sense of belonging mereka terhadap institusi. Mahasiswa yang merasa dihargai dan memiliki ruang untuk mengekspresikan diri cenderung lebih committed terhadap pendidikan mereka dan menjadi alumni yang loyal,” ujarnya ketika diwawancarai di sela-sela acara.
Zulfikar juga menyebutkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan strategi pengembangan kemahasiswaan universitas, yang tidak hanya fokus pada achievement akademik tetapi juga pada well-being dan character building. “Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik, beretika, dan peduli terhadap komunitas dan budaya,” tambahnya.
Dukungan Institusional dan Sponsorship
Kesuksesan penyelenggaraan festival tidak terlepas dari dukungan internal maupun eksternal. Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari memberikan dukungan penuh dalam bentuk alokasi anggaran, fasilitas, dan koordinasi lintas departemen. Selain itu, beberapa mitra eksternal juga turut berkontribusi sebagai sponsor resmi.
Menurut Ridho, panitia berhasil mengamankan dukungan dari lima perusahaan lokal dan nasional yang menjadi sponsor utama. “Sponsor kami mencakup perusahaan teknologi, industri manufaktur, dan sektor UMKM lokal. Mereka percaya bahwa investasi pada pengembangan mahasiswa adalah investasi untuk masa depan industri dan ekonomi daerah,” jelasnya.
Pesan dan Harapan ke Depan
Penutup acara menampilkan pidato dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Salmiah, M.T. Dalam pidatonya, Salmiah menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi panitia dan partisipasi mahasiswa. “Festival ini membuktikan bahwa mahasiswa Fakultas Vokasi tidak hanya pintar di bidang teknis, tetapi juga punya kreativitas, semangat, dan dedikasi yang tinggi. Saya harap festival ini menjadi tradisi yang terus berkembang setiap tahunnya, dan menjadi ajang yang semakin besar dan berkualitas,” ujarnya.
Salmiah juga menyampaikan harapan agar festival di masa mendatang bisa melibatkan kerjasama lintas fakultas dan bahkan lintas universitas. “Mari kita pikirkan untuk menciptakan festival yang tidak hanya internal Fakultas Vokasi, tetapi melibatkan seluruh Universitas Muhammadiyah Kendari, bahkan bekerja sama dengan universitas lain di Kendari. Ini bisa menjadi event tahunan yang terkenal dan ditunggu-tunggu oleh mahasiswa,” sarannya.
Kesimpulan
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan bukti nyata komitmen institusi dalam mengembangkan mahasiswa secara holistik. Dengan melibatkan ratusan mahasiswa dan menghadirkan ragam kegiatan yang berkualitas, festival ini berhasil menciptakan momentum positif dalam komunitas akademik Fakultas Vokasi.
Keberhasilan acara ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi mereka, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Sekaligus, festival ini menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi bukan hanya lembaga transfer ilmu, tetapi juga tempat pembentukan karakter dan kepribadian yang sejati.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, partisipasi aktif mahasiswa, dan kontribusi dari berbagai stakeholder, Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Kendari telah menunjukkan bahwa visi pengembangan sumber daya manusia berkualitas bukan sekadar slogan, melainkan sebuah praktik nyata yang terus dijalankan dan ditingkatkan setiap tahunnya.
(bbs/red)