KENDARI – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari), khususnya dari Fakultas Vokasi. Pada ajang Asia Southeast Technology Innovation Competition (ASTIC) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, dua mahasiswa dari program studi Teknik Informatika berhasil meraih medali emas dengan inovasi sistem manajemen pertanian digital berbasis kecerdasan buatan. Pencapaian ini menandai momentum signifikan bagi institusi pendidikan vokasi di Sulawesi Tenggara dalam mengharumkan nama bangsa di panggung internasional.
Delegasi Unismuh Kendari yang terdiri atas Andi Surya Pratama (22) dan Nur Azizah Muthmainnah (21), keduanya mahasiswa semester enam Teknik Informatika, berhasil mengalahkan 47 tim peserta dari 12 negara di kawasan Asia Tenggara. Inovasi mereka bernama “AgriSmart IoT Platform” – sebuah sistem terintegrasi yang memungkinkan petani lokal memonitor kondisi lahan, cuaca, dan kesehatan tanaman secara real-time melalui aplikasi berbasis smartphone dan web dashboard.
Perjalanan menuju puncak kompetisi internasional ini dimulai sejak enam bulan lalu. Andi Surya Pratama dan Nur Azizah Muthmainnah mulai mengembangkan konsep mereka setelah mengikuti serangkaian lokakarya tentang teknologi blockchain dan Internet of Things (IoT) yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Inovasi Teknologi (PPIT) Unismuh Kendari pada Oktober 2025. Dengan bimbingan dua dosen pembimbing, Dr. Muhammad Ridho, S.Kom., M.T. dan Dr. Siti Nurhaliza, S.Kom., M.Sc., mereka secara konsisten menyempurnakan prototipe dan presentasi mereka.
“Kami memilih fokus pada pertanian karena melihat langsung tantangan yang dihadapi petani di Sulawesi Tenggara,” ungkap Andi Surya Pratama dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Gedung Rektorat Unismuh Kendari, Kamis (11/4/2026). “AgriSmart IoT Platform kami dirancang untuk memberikan solusi praktis dan terjangkau, bukan hanya teknologi canggih yang sulit diakses,” tambahnya dengan penuh antusiasme.
Nur Azizah Muthmainnah turut menjelaskan detail teknis inovasi mereka. “Platform kami menggunakan sensor IoT yang dapat ditanam langsung di lahan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan machine learning untuk memprediksi penyakit tanaman, mengoptimalkan penggunaan air irigasi, dan memberikan rekomendasi perawatan spesifik kepada petani. Aplikasi mobile kami sudah tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris, sehingga mudah digunakan oleh pengguna dengan tingkat literasi teknologi yang bervariasi,” jelas mahasiswa asal Buton Utara tersebut.
Keberhasilan ini bukan kali pertama bagi Unismuh Kendari dalam ajang kompetisi nasional maupun internasional. Sepanjang tahun akademik 2025-2026, setidaknya 12 tim mahasiswa dari Fakultas Vokasi telah meraih berbagai penghargaan di tingkat regional dan nasional. Namun, peraihan medali emas di level internasional seperti ini menjadi milestone penting yang menunjukkan kredibilitas program studi vokasi Unismuh Kendari di mata dunia.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Lukman Hakim, S.T., M.Eng., M.M. menyatakan kebanggaannya terhadap pencapaian mahasiswa tersebut dalam pernyataan resminya kepada pers. “Prestasi ini membuktikan bahwa pendidikan vokasi di Unismuh Kendari mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki jiwa inovasi dan kepedulian sosial yang tinggi. AgriSmart IoT Platform menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah nyata yang dihadapi masyarakat, terutama di sektor pertanian yang merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia,” ujar Prof. Lukman Hakim dengan nada optimis.
Ia juga menegaskan komitmen universitas untuk terus mendukung ekosistem inovasi mahasiswa. “Unismuh Kendari telah mengalokasikan dana khusus untuk mendukung penelitian dan pengembangan inovasi mahasiswa. Kami juga telah menjalin kerjasama dengan berbagai industri dan lembaga penelitian untuk memberikan mentor tambahan dan akses ke fasilitas canggih. Pencapaian Andi dan Azizah adalah bukti nyata bahwa investasi ini memberikan hasil yang signifikan,” tambahnya.
Dekan Fakultas Vokasi, Dr. Eng. Bambang Suryanto, M.Sc., juga memberikan apresiasi yang sama tingginya. “Tim ini telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mengembangkan inovasi mereka. Mereka tidak hanya menguasai aspek teknis pemrograman dan hardware, tetapi juga memahami kebutuhan pasar dan user experience. Itulah yang membedakan mereka dengan tim pesaing lainnya. Sebagai institusi pendidikan vokasi, kami terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi pencipta solusi teknologi yang bermakna,” terang Dr. Bambang Suryanto.
Kepala Program Studi Teknik Informatika, Dr. Rinto Hasugian, S.Kom., Ph.D., memberikan perspektif tambahan mengenai proses pengembangan kurikulum yang mendukung inovasi mahasiswa. “Kurikulum Teknik Informatika di Unismuh Kendari telah disesuaikan dengan industry 4.0. Kami tidak hanya mengajarkan coding dan teori, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mengikuti project-based learning yang melibatkan problem-solving nyata. Andi dan Azizah adalah hasil dari pendekatan pedagogis ini. Mereka telah mengikuti praktikum IoT, machine learning, dan mobile application development yang terintegrasi dalam satu ekosistem pembelajaran,” jelasnya.
Dosen pembimbing pertama, Dr. Muhammad Ridho, S.Kom., M.T., mengungkap bahwa perjalanan kedua mahasiswa ini penuh dengan tantangan dan pembelajaran. “Awalnya, mereka datang dengan ide yang masih sangat umum tentang pertanian digital. Melalui brainstorming intensif dan riset pasar yang mendalam, mereka berhasil menemukan unique value proposition mereka. Saya sangat terkesan dengan kemampuan mereka untuk mendengarkan feedback, melakukan iterasi cepat, dan tidak takut untuk memulai dari nol ketika mereka menemukan arah yang lebih baik. Itulah mindset entrepreneur yang kami tanamkan kepada semua mahasiswa program vokasi,” ujar Dr. Muhammad Ridho.
Sementara itu, dosen pembimbing kedua, Dr. Siti Nurhaliza, S.Kom., M.Sc., fokus pada aspek implementasi teknis dan keberlanjutan bisnis dari inovasi ini. “Saya senang melihat bahwa Andi dan Azizah tidak hanya menciptakan teknologi yang canggih, tetapi juga memikirkan sustainability model. Mereka telah merancang pricing strategy yang terjangkau untuk petani lokal sambil tetap memastikan viabilitas bisnis jangka panjang. Ini adalah pemikiran holistik yang jarang kami lihat pada mahasiswa setingkat mereka,” kata Dr. Siti Nurhaliza dengan penuh bangga.
Pencapaian ini telah membuka peluang baru bagi Andi dan Azizah. Setelah kompetisi berakhir, mereka telah menerima tiga penawaran inkubasi bisnis dari startup accelerator di Jakarta dan Singapore. Namun, kedua mahasiswa ini memilih untuk melanjutkan studi sambil mengembangkan prototype mereka lebih lanjut bersama Unismuh Kendari. “Kami ingin memastikan bahwa produk kami tidak hanya memenangkan kompetisi, tetapi juga dapat langsung diimplementasikan di lapangan. Kami sudah mengidentifikasi 50 kelompok petani di Kendari yang siap menjadi early adopters,” ujar Andi Surya Pratama.
Dampak dari pencapaian ini sudah mulai terasa di kampus. Penerimaan pendaftar Program Studi Teknik Informatika meningkat 35 persen dibandingkan tahun lalu. Selain itu, beberapa korporasi teknologi terkemuka mulai menunjukkan minat untuk melakukan rekrutmen mahasiswa Unismuh Kendari, bahkan sebelum mereka lulus. “Ini adalah validasi bahwa lulusan vokasi kami memiliki skill yang relevan dengan kebutuhan industri,” terang Dr. Bambang Suryanto.
Prestasi Andi Surya Pratama dan Nur Azizah Muthmainnah juga telah menginspirasi tim-tim mahasiswa lain untuk mengikuti kompetisi internasional. Sedikitnya lima tim baru dari Fakultas Vokasi telah mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi inovasi internasional lainnya pada tahun 2026. Universitas juga telah meningkatkan alokasi dana untuk program akselerator startup mahasiswa dari 100 juta rupiah menjadi 250 juta rupiah per tahun.
Memasuki akhir pekan, kampus Unismuh Kendari mengadakan acara apresiasi khusus untuk kedua mahasiswa berprestasi tersebut. Seluruh civitas akademika berkumpul untuk memberikan pengakuan dan dukungan. Momen ini menjadi simbol bahwa pendidikan vokasi bukan sekadar persiapan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga inkubator bagi inovator-inovator muda yang siap mengubah dunia.
Dengan pencapaian ini, Universitas Muhammadiyah Kendari semakin memperkuat posisinya sebagai pusat keunggulan pendidikan vokasi di Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara luas. Ke depannya, institusi ini berkomitmen untuk terus menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi, entrepreneurship, dan kontribusi nyata kepada pembangunan masyarakat dan bangsa.
(Selesai, total kata: 1.652 kata)
ratutoto789 ready789 reaksi4d resepdesa188 ringkas77 roti77 rungad88 sahur99 samudra369 sangkartoto4d sasarangadun77 sentraltoto77 sentuh4d sentuhwin77 serabi77 serabi99 seru118 setelancuan77 setupwin188 siaga77bet siapmenang77 sigap789 simplewin188 siomay77 siomay88 slotkamboja123 slotpanas303 sontogel77 superhebat555 switchjp77 taktikprofit77 tapbet777 targetmenang77 tawonbet77 tekanbet77 timing303 triggermenang77 tujuanwin77 visitoto4d warkop128 waspada303 zorototo88 asia123 asia138 asia168 asia188 asia303 asia365 asia69 asia777 asia78 asia888 asia88 big123 big168 big188 big303 big365 big69 big78 big99 butet77 butet88 butet99 captain138 captain168 captain303 captain365 captain69 captain888 captain89 captain99 cemara138pola cemara168 cemara188 cemara303 cemara365 cemara69 cemara78 cemara888 cemara88 cemara89 cemara99 dolar123 dolar168 dolar69 dolar89 dragon123 dragon168 dragon188 dragon77 dragon89 erigo888 jet138 jet168 jet188 jet365 jet69 jet88 jet89